PENDAHULUAN
Pepaya adalah buah yang banyak digemari. Selain
rasanya manis dan segar, ternyata, buah pepaya juga punya banyak manfaat untuk
kesehatan. Ini karena buah pepaya mengandung banyak nutrisi, seperti serat,
mineral (likopen, kalsium, potasium, folat, dan magnesium), dan vitamin (A, B1,
B3, B5, E, dan K). Buah pepaya kaya akan beta karoten (provitamin A). Kandungan
ini akan diubah menjadi vitamin A yang berperan dalam produksi antibodi,
sehingga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pepaya juga mengandung
tinggi serat, vitamin C, dan enzim pencernaan papain yang berfungsi sebagai
anti-inflamasi (anti-peradangan) (Farhan, 2003)
Bukan
hanya untuk menjaga kekbalan tubuh lho.. buah papaya juga bisa untuk mencegah
kanker juga. seperti yang sudah disebutkan, buah pepaya mengandung vitamin C
dan likopen. Ternyata, kandungan ini juga berperan untuk menjaga kesehatan
jantung, sehingga bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu,
kandungan likopen juga bisa mengurangi radikal bebas penyebab kanker dalam tubuh
(Suhendra, 2000).
Pepaya (Carica
papaya L ), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko
bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas
dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Carica
papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama
pepaya dalam bahasa indonesia diambil dari bahasa belanda yakni papaja, yang
pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa arawak yaitu papaya (Suharno,
1995)
PEMBAHASAN
Mencegah munculnya sel-sel kanker
dalam tubuh bisa dilakukan melalui makanan sehat. Sejumlah makanan mengandung
nutrisi hebat yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Seperti makanan yang
mengandung lycopene cukup, dipercaya bisa melawan sel kanker dalam
tubuh.Buah-buahan yang banyak mengandung senyawa lycophene umumnya
memiliki daging buah berwarna – warni. Salah satunya, buah pepaya. Buah yang
manis dan murah ini memiliki kandungan lycophene tinggi yang efktif bisa
mencegah dan memberantas penyebaran sel kanker.
Sebuah studi terbaru menemukan
kandungan lycophene pada pepaya dapat merangsang pertahanan pada tingkat
sel di dalam tubuh untuk melawan kanker dan kerusakan pada DNA. Juga lipid yang
bisa menghambat pertumbuhan serta penyebaran sel kanker.
Selain itu, zat lycopene yang ditemukan dalam pepaya bisa menjadi agen anti kanker yang efektif melawan kanker leher rahim, payudara, hati, paru-paru dan pankreas. Para peneliti melakukan pengujian terhadap sejumlah relawan, dengan memberikan buah pepaya atau teh ekstrak daun pepaya kering.
Selain itu, zat lycopene yang ditemukan dalam pepaya bisa menjadi agen anti kanker yang efektif melawan kanker leher rahim, payudara, hati, paru-paru dan pankreas. Para peneliti melakukan pengujian terhadap sejumlah relawan, dengan memberikan buah pepaya atau teh ekstrak daun pepaya kering.
Didapati mereka yang minum teh atau makan buah pepaya secara rutin mengalami pengurangan peradangan di seluruh tubuh. Dapat mengurangi masalah pernapasan serta mengatur sistem kekebalan tubuh dan mencegah tumbuhnya sel kanker.
Para penelitian lainpun turut menyatakan, ekstrak pepaya yang diuji dalam laboratorium, diketahui tidak memiliki efek toksik pada sel normal, sehingga kemungkinan bisa dijadikan pengobatan alternatif. Namun tetap diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efeknya buat tubuh.
Selain mengandung lycophene, pepaya
juga memiliki kandungan lain yaitu sebagai sumber vitamin C, kalium dan asam
folat yang membuatnya menjadi buah yang sangat menyehatkan. Tomat, semangka,
dan ciplukan juga bisa jadi pilihan buah dengan sumber lycopen yang baik.
Ciri-ciri buah papaya yang sudah masak adalah dapat
dilihat dari warna nya dan tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12
bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda
kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang
memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang. Panen
dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan
denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnyaberbentuk setengah
kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidakjatuh pada saat
dipetik) (Ahmad, 2006).
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam buah pepaya
dikenal kandungan antioksidan bernama papain, kandungan ini sangat berguna
dalam menaikan sistem kekebalan tubuh. Sehingga tubuh anda nantinya akan mudah
sekali menghalu berbagai radikal bebas yang menyerang tubuh.
Kandungan dalam buah pepaya pun sangat berguna dalam
menghancurkan berbagai penyakit terkait kanker, terutama kanker perut, pankreas
dan juga payudara.
B.
Saran
Dengan
dibuat nya artikel ini diharapkan untuk pepbaca dapat mengetahui konsep
bahaya
kanker dan dapat menerapkan pola hidup bersih, menjaga pola hidup yang sehat,
olahraga, makan makanan yang bergizi. Pembaca sebaiknya mengerti dan memahai
bahaya akan penyakit kanker, sehingga kita bisa lebih merasa khawatir dan mampu
menjaga diri dan lingkungannya dari kemungkinan terkena nya kanker.
REFERENSI
Ahmad. 2006. Bertanam Pepaya. Jakarta: Erlangga.
Farhan. 2003. Manfaat Buah Pepaya. Jakarta: Penerbit
Swadaya.
Suharno. 1995. Asal Buah Pepaya. Yogyakarta. UGM.
Suhendra. 2000. Manfaat Buah Pepaya. Surabaya. Media
Pustaka.
